01:12pm, Fri 10/Apr/2015
Dalam sebuah teori menulis yangg
dikemukakan Habiburahman el-Sirazy (itu loh novelis best seller) bahwa untuk
menulis butuh inspirasi (tentu saja). Bagaimana cara mendapat inspirasi?.
Disinilah beliau mengatakan bahwa inspirasi itu dikejar bukan ditunggu. Batin
saya bilang bagaimana caranya mengejar inspirasi, masih mending mengejar maling
jelas, ketangkap trus digebukin. Lah ini inspirasi yg dikejar, tau bentuknya
aja kagak mau sok-sokan ngejar, abstrak broh (emg dasar saya orang awam!).
Beliau (sang novelis)
mengibaratkan penulis itu sebagai nelayan dan inspirasi adalah ikannya. Ada
nelayan yang berdiam diri menunggu ikan datang, kira-kira dapet nggak? Dapat,
tapi jarang dan kemungkinan kecil. Kemudian ada nelayan yang aktif ke tengah
lautan untuk mencari ikan, dapatkah? Pikir aja sendiri :-P
ya begitulah kira-kiranya,
penulis dan inspirasinya.
Adapun hal-hal yang dapat
memotivasi untuk menulis antara lain:
1. Motivasi karena Allah.
Jelas. Niat ikhlas
untuk mencari Ridha Allah
2. Sebagai amal jariyah.
sebagai muslim
yg berjiwa bisnis dengan orientasi keuntungan akhirat seharusnya ini bisa menjadi
super motivator. Bagaimana tidak, meski nyawa telah terpisah dari raga, tapi
pahala masih terus mengalir selama tulisan masih dibaca orang lain (tentu saja
tulisan yang bermanfaat untuk orang lain)
3. Semangat ulama-ulama terdahulu
Sebut saja
al-Ghazali, al-Farabi, Avicenna, dkk yang bahkan ditransformasi kedunia barat yang
mungkin mempengaruhi peradaban dunia. Coba bayangkan, seandinya tulisanmu mampu
mempengaruhi peradaban dunian, keren gak sih? Eits stop berkhayal, bersiaplah
berlari mengejar inspirasi >_-
Contoh lain adalah,
kekalahan Amerika atas Vietnam dalam perang, tidak banyak yang tau bahwa itu
dsebabkan oleh tulisan anak bangsa, jendral AH Nasution yang menulis buku 'Pokok
Pokok Perang Gerilya' yang kemudian mempengaruhi para pejuang Vietnam dalam
praktek perang gerilya hingga mengalahkan Amerika yang merupakan negara super
power (bayangkan negara sekaliber Amerika kalah oleh negara ecek di Asia)
4. (ini teori yg sering saya dengar - tapi saya lupa siapa yang
menyampaikan) sepintar apapun dirimu, kalo tidak menulis pasti tergilas zaman
(coba kembangkan kalimat tersebut menjdi sebuah paragraf yang bermakna, hehe. Padune
saya tidak bisa menjelaskan lagi - inspirasi mulai menguap brsama kantuk :-P)
5. Menulis sebagai dakwah juga bisa, dakwah tidak hanya untuk para
ustadz. Dakwah bisa juga melalui tulisan nggak cuma melalui mimbar. Karena setiap
kita adalah pendakwah (bagi diri sendiri dan orang lain) wajib bagi kita untuk
ber-Amar Ma’ruf Nahi Munkar (karena merekaitu lah orang-orang yang beruntung –
QS. ali-Imaran/3: 104). Siapa tahu orang yang baru saja membaca tulisanmu
langsung taubat (mungkin), kan keren tuh.
6. Dan seterusnya, seterusnya dan seterusnya..
Kembali tentang inspirasi,
sekedar informasi saja:
Kang Abik menulis novel 'Pudarnya
Pesona Cleopatra' inspirasi hanya dari membaca koran, novel 'Ketika Cinta
Brtasbih' berawal dari segelintir cerita mahasiswa di indonesia, novel 'Api
Tauhid' yang tebalnya 573 halaman diselesaikan dalam 3 bulan, dan lain
sebagainya. Bedalah yaw penulis profesional dengan penulis amatiran, tapi apa
salahnya belajar dan mencoba.
Bagaimana menurutmu? Leave
comment.. (mungkin komentar anda bisa menjadi artikel tersendiri :->) :-D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar