Senin, 07 November 2016

belajar Nulis

01:12pm, Fri 10/Apr/2015

Dalam sebuah teori menulis yangg dikemukakan Habiburahman el-Sirazy (itu loh novelis best seller) bahwa untuk menulis butuh inspirasi (tentu saja). Bagaimana cara mendapat inspirasi?. Disinilah beliau mengatakan bahwa inspirasi itu dikejar bukan ditunggu. Batin saya bilang bagaimana caranya mengejar inspirasi, masih mending mengejar maling jelas, ketangkap trus digebukin. Lah ini inspirasi yg dikejar, tau bentuknya aja kagak mau sok-sokan ngejar, abstrak broh (emg dasar saya orang awam!).

Beliau (sang novelis) mengibaratkan penulis itu sebagai nelayan dan inspirasi adalah ikannya. Ada nelayan yang berdiam diri menunggu ikan datang, kira-kira dapet nggak? Dapat, tapi jarang dan kemungkinan kecil. Kemudian ada nelayan yang aktif ke tengah lautan untuk mencari ikan, dapatkah? Pikir aja sendiri :-P

ya begitulah kira-kiranya, penulis dan inspirasinya.

Adapun hal-hal yang dapat memotivasi untuk menulis antara lain:
1.       Motivasi karena Allah.
Jelas. Niat ikhlas untuk mencari Ridha Allah
2.       Sebagai amal jariyah.
sebagai muslim yg berjiwa bisnis dengan orientasi keuntungan akhirat seharusnya ini bisa menjadi super motivator. Bagaimana tidak, meski nyawa telah terpisah dari raga, tapi pahala masih terus mengalir selama tulisan masih dibaca orang lain (tentu saja tulisan yang bermanfaat untuk orang lain)
3.       Semangat ulama-ulama terdahulu
Sebut saja al-Ghazali, al-Farabi, Avicenna, dkk yang bahkan ditransformasi kedunia barat yang mungkin mempengaruhi peradaban dunia. Coba bayangkan, seandinya tulisanmu mampu mempengaruhi peradaban dunian, keren gak sih? Eits stop berkhayal, bersiaplah berlari mengejar inspirasi >_-
Contoh lain adalah, kekalahan Amerika atas Vietnam dalam perang, tidak banyak yang tau bahwa itu dsebabkan oleh tulisan anak bangsa, jendral AH Nasution yang menulis buku 'Pokok Pokok Perang Gerilya' yang kemudian mempengaruhi para pejuang Vietnam dalam praktek perang gerilya hingga mengalahkan Amerika yang merupakan negara super power (bayangkan negara sekaliber Amerika kalah oleh negara ecek di Asia)
4.    (ini teori yg sering saya dengar - tapi saya lupa siapa yang menyampaikan) sepintar apapun dirimu, kalo tidak menulis pasti tergilas zaman (coba kembangkan kalimat tersebut menjdi sebuah paragraf yang bermakna, hehe. Padune saya tidak bisa menjelaskan lagi - inspirasi mulai menguap brsama kantuk :-P)
5.    Menulis sebagai dakwah juga bisa, dakwah tidak hanya untuk para ustadz. Dakwah bisa juga melalui tulisan nggak cuma melalui mimbar. Karena setiap kita adalah pendakwah (bagi diri sendiri dan orang lain) wajib bagi kita untuk ber-Amar Ma’ruf Nahi Munkar (karena merekaitu lah orang-orang yang beruntung – QS. ali-Imaran/3: 104). Siapa tahu orang yang baru saja membaca tulisanmu langsung taubat (mungkin), kan keren tuh.
6.      Dan seterusnya, seterusnya dan seterusnya..

Kembali tentang inspirasi, sekedar informasi saja:

Kang Abik menulis novel 'Pudarnya Pesona Cleopatra' inspirasi hanya dari membaca koran, novel 'Ketika Cinta Brtasbih' berawal dari segelintir cerita mahasiswa di indonesia, novel 'Api Tauhid' yang tebalnya 573 halaman diselesaikan dalam 3 bulan, dan lain sebagainya. Bedalah yaw penulis profesional dengan penulis amatiran, tapi apa salahnya belajar dan mencoba.

Bagaimana menurutmu? Leave comment.. (mungkin komentar anda bisa menjadi artikel tersendiri :->) :-D











Tidak ada komentar:

Posting Komentar